skip to main |
skip to sidebar
Ujian persamaan segera digelar serentak. Di Pelalawan terdapat 391 peserta untuk paket A, B dan juga Paket C.
Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Semangat warga Pelalawan untuk memperoleh ijazah setingkat SD, SMP maupun SMA cukup tinggi. Buktinya, dari data yang dicatat Disdik Pelalawan, sebanyak 391 warga mengikuti ujian kesetaraan, atau yang lebih dikenal dengan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). Dari data tersebut, paket C alias SD paling dominan yakni sebanyak 229 orang, disusul paket B 121 orang kemudian paket A 11 orang.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, MD Rizal MPd, saat berbincang dengan riauterkini, Selasa (5/7/11). Menurutnya, kegiatan UNPK ini ditujukan bagi para siswa-siswi yang pada tahun ini tidak lulus UN di sekolahnya. "Kegiatan UNPK ini selain diikuti oleh para siswa paket itu sendiri, juga ditujukan bagi siswa-siswi yang pada UN tahun ini tak lulus," jelasnya seraya mengatakan bahwa Ujian kesetaraan ini tertera dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan.
MD Rizal menerangkan bahwa penerima bantuan biaya penyelenggaraan kegiatan UNPK ini terdiri dari tiga jenjang yakni Paket A setingkat SD/MI, Paket B setingkat SMP/MTs dan Paket C setingkat SMA/SMK. Dan untuk di Kabupaten Pelalawan sendiri kegiatan UNPK ini tersebar di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang ada di daerah ini. "Dari daftar yang ada, kegiatan UNPK ini dilakukan oleh sembilan PKBM yang tersebar di sembilan (9) kecamatan ada di Kabupaten Pelalawan," ujarnya.
Untuk ujian Paket A, sambungnya, dilakukan di PKBM Tunas Harapan Pangkalan Kerinci dengan jumlah peserta 11 orang. Sedangkan untuk Paket B, kegiatan UNPK ini dilaksanakan di lima kecamatan yakni Pangkalan Kerinci, Kuala Kampar, Bunut, Pangkalan Lesung dan Kecamatan Bandar Petalangan.
"Untuk di Pangkalan Kerinci, kegiatan UNPK ini dilaksanakan di dua PKBM yakni PKBM Tunas Harapan dengan jumlah peserta 10 orang dan PKBM Tuah Negeri dengan jumlah peserta enam belas (16) orang," ujarnya.
Untuk kegiatan UNPK Paket B di Kuala Kampar, lanjutnya, diadakan di PKBM Aditya dengan jumlah peserta 40 orang yang terdiri dari peserta laki-laki 27 orang dan perempuan 13 orang. Dan di Bunut, UNPK Paket B ini diadakan di Bumi Petarojani dengan jumlah peserta 28 orang.
"Di Pangkalan Lesung, UNPK-nya diadakan di PKBM Eling Putro dengan jumlah peserta 20 orang. Dan di Bandar Petalangan, UNPK Paket B dilaksanakan di PKBM Bumi Petarojani dengan jumlah peserta hanya tujuh (7) orang," ungkapnya seraya mengatakan bahwa jumlah peserta Paket B seluruh Kabupaten Pelalawan ini sebanyak 121 orang, terdiri dari laki-laki 82 orang dan perempuan 39 orang.
Sementara untuk Paket C sendiri, masih kata MD Rizal, dilaksanakan secara serentak di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Pelalawan, Pangkalan Kerinci, Langgam, Pangkalan Kuras, Bunut, Pangkalan Lesung dan Al-Muslimun. "Untuk di Kecamatan Pelalawan, UNPK Paket C ini diadakan di PKBM Sinar Pekan Tua dengan jumlah peserta 16 orang. Dan di Pangkalan Kerinci dilaksanakan di dua PKBM yakni PKBM Tunas Harapan dengan jumlah peserta 20 orang dan PKBM Tuah Negeri sebanyak 40 orang," katanya.
Dikatakannya, untuk UNPK Paket C di Kecamatan Langgam diadakan di PKBM Rana Tanjung dengan jumlah peserta 63 orang, di Pangkalan Kuras dilaksanakan di PKBM Seroja dengan jumlah peserta hanya dua orang, di Bunut diadakan di PKBM Bumi Petarojani dengan jumlah siswa yang ikut sebanyak 21 orang.
"Dan di Pangkalan Lesung, UNPK Paket C ini diadakan di PKBM Eling Putro dengan jumlah peserta 47 orang, dan di Al-Muslimun dilaksanakan di PKBM PPI Al-Muslimun dengan jumlah peserta 20 orang," terangnya seraya mengatakan bahwa jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti UNPK Paket C di daerah ini sebanyak 229 yang terdiri dari peserta laki-laki 151 orang dan perempuan 78 orang.
Ditambahkannya, untuk kegiatan UNPK ini maka peserta tidak dikenakan pungutan biaya apapun karena hal ini telah ditanggulangi oleh Dinas Pendidikan Pelalawan. Pasalnya, program Pendidikan Kesetaraan adalah program pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dengan membekali rakyat dengan pendidikan.